SSM

Tidak dapat dipungkiri, pendidikan formal di Indonesia menuntut anak-anak untuk bisa membaca saat mereka masuk ke Sekolah Dasar (SD). Melihat kondisi ini, PAUD ”Cerdas” Cinta Baca memikirkan pola yang tepat agar anak tidak tertekan (stres) saat diajari membaca.

Dengan berbagai pertimbangan dan pengamatan, kami mendapati kurikulum yang ramah bagi anak usia dini, yaitu kurikulum “Saya Suka Membaca” yang diinisiasi oleh Yayasan Saya Suka Membaca (SSM) di Jakarta.

Kurikulum ini mempunyai empat tahapan. Masing-masing tahapan dikemas dengan sangat menarik sehingga mudah dilakukan oleh anak-anak usia dini. Keempat tahapan itu adalah:

Siap-siap
Pada tahap ini, guru akan membacakan buku cerita setiap minggunya dan anak-anak belum dikenalkan huruf. Tahapan ini dikemas lewat nyanyian dan permainan.

Huruf-huruf
Peran guru masih sebatas membacakan cerita, tetapi anak-anak sudah mulai diajak untuk mengenal beberapa huruf—satu minggu satu huruf. Tahapan ini dikemas lewat nyanyian, permainan, dan drama.

Kata-kata
Pada Tahap ini, anak-anak diperkirakan sudah mulai dapat membaca dan menulis kata-kata sederhana.

Baca-baca
Tahap akhir ini anak-anak diharapkan sudah lancar membaca, mampu membaca buku cerita sederhana yang disiapkan kurikulum SSM.

Keseluruhan tahapan di atas dijalankan dalam waktu 2 (dua) tahun.