Cerita Ainun

ainun

Ainun (5 tahun) anak bungsu. Abangnya kini duduk di kelas 3 SD. Rumahnya tidak terlalu jauh dari PAUD Cerdas, sekitar 300 meter. Ainun, lengkapnya Salsabila Qurotun Aini.

Keluarga Ainun tinggal di rumah nenek Ainun, di lantai 2. Rumah sederhana yang dibangun Ayah Ainun; ruangan-ruangan rumahnya dibangun menggunakan bahan-bahan bangunan bekas (bahan bongkaran rumah/gedung yang sudah tidak dimanfaatkan pemiliknya). Ayahnya memang ahli membangun rumah sebab sehari-hari bekerja sebagai pekerja bangunan. Tak hanya itu, Ayah Ainun juga terbilang kreatif, khususnya dalam membuat paket parsel. Saat sedang tidak ada proyek di bangunan, Ayah Ainun biasanya mengerjakan pesanan paket parsel yang kadang dijadikan orang sebagai bingkisan/kado. Sebagai pemasukan tambahan, Ibu Ainun juga bekerja. Ia membuka kios kecil di dekat rumah mereka

Sehari-hari, Ainun anak yang ceria dan mudah bergaul. Selama di sekolah, Ainun sangat aktif mengikuti pembelajaran dan melakukan setiap instruksi guru. Setiap kali guru memintanya ke depan, dengan semangat dan senyum ia maju sambal berjoget. Ia senang dan bangga bisa menjawab pertanyaan atau melakukan tugas, karena ia akan dapat bintang (reward). Awal bersekolah, Ainun sempat bingung karena teman-temannya sudah dapat bintang, sementara ia belum.

“Ibu.. kenapa Ainun belum juga dapat bintang padahal Ainun kan sudah pintar?” tanyanya lugu.

Beberapa hari kemudian, akhirnya ia mendapat bintang pertamanya. Ia mendapat bintang karena berhasil menjawab pertanyaan dari guru.

Ibu Ainun senang bisa menyekolahkan putrinya ke PAUD Cerdas Cinta Baca. “Biayanya terjangkau,” katanya. Ibu Ainun memiliki mimpi agar Ainun jadi anak yang berhasil, bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi darinya.

Semangat belajar, Ainun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *