Cerita Rizky

muhammad-rizky

Masa-masa awal masuk sekolah di PAUD Cerdas Cinta Baca, Muhammad Rizky (Rizky) lebih banyak diam; sangat pendiam dan tidak mau bicara. Belakangan baru diketahui, Rizky diam karena belum bisa berbahasa Indonesia. Apa sehari-hari, Rizky bergaul menggunakan Bahasa daerah (Sunda)?

Tidak. Para guru yang berkunjung ke rumah Rizky akhirnya baru tahu bahwa ia dan ibunya baru datang dari Arab Saudi setahun sebelumnya. Rizky lahir di Jeddah dan baru pertama kali tiba di Indonesia saat usianya empat tahun.

Orangtua Rizky merasa senang dan tenang karena di PAUD Cerdas Cinta baca, Rizky mendapat suasana belajar yang sangat baik. Kini, kemampuan berbahasa Indonesia-nya sudah makin bagus. Ayah Rizky terus memantau perkembangannya yang kian menggembirakan dan sudah bisa menulis namanya sendiri. Ia juga sudah akrab bermain dengan teman-teman di kelasnya.

Rizky betah tinggal di rumahnya sekarang. Katanya, di sekitar rumahnya banyak anak, pepohonan, dan hewan-hewan. Sesuatu yang sulit ia temui saat masih di Arab Saudi.

“Rizky selalu semangat bangun pagi, lalu Mandi dan siap-siap berangkat ke sekolah,” kata Ibu Rizky. “Saya juga ikutan semangat. Saya menikmati waktu ketika menunggu Rizky belajar di sekolah. Saya bisa ngobrol dengan ibu-ibu lainnya. Masalah berat yang sedang saya hadapi sedikit berkurang karena dukungan mereka.”

Ibu Rizky ingin belajar hitung-menghitung dan Bahasa Inggris di Cinta Baca. “Saya lihat Cinta Baca punya banyak program yang bisa dimanfaatkan semua orang yang berkunjung. Asal punya kemauan, banyak hal bisa dipelajari di Cinta Baca,” ujar Ibu Rizky penuh harap.

One thought on “Cerita Rizky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *