Cerita Asep

asep-dan-ibu_kakak

“Kalau sudah besar nanti, Aku mau jadi polisi,” kata Asep.

Asep kini sangat menikmati waktu-waktu di sekolah. Bahkan, di rumah ia kerap bercerita tentang hal-hal yang ia pelajari di sekolah kepada kepada ibu dan kakaknya.

Asep Sawaluddin (5,5 tahun) adalah anak bungsu. Kakak perempuannya kelas 3 SD. Sebentar lagi, Asep tidak akan jadi anak bungsu karena ibunya (Ibu Siti Zainab) akan melahirkan beberapa bulan lagi. “Dulu, Asep lahir prematur,” kenang Ibu Siti Zainab di rumahnya yang sederhana. “Usia satu setengah tahun ia pernah sakit keras. Itu mungkin yang membuat Asep kelihatan kurang aktif di kelas.”

Saat berhadapan dengan orang baru (kenal), Asep cenderung menutup diri, malu, enggan berbicara. Itu juga yang membuat Asep tampak tidak nyaman ketika pertama kali masuk sekolah di PAUD Cerdas Cinta Baca; teman-teman baru, ada sosok guru di depan kelas. Salah satu ekspresi ketidaknyamanannya adalah mencakar tangan dan menarik rambut guru di sekolah.

Ah, meski sekarang semangat belajar di sekolah, Asep masih sulit dan malas kalau disuruh ibu Mandi pagi untuk berangkat ke sekolah. Kalau mau jadi polisi, harus rajin ya, Asep ….

Ibu Siti Zainab, ketika guru PAUD Cerdas berkunjung ke rumah, menyisipkan harapan, kondisi ekonomi keluarganya bisa makin baik, supaya dapat memenuhi kebutuhan biaya sekolah kedua anaknya. Juga, yang terpenting, ayah Asep bisa punya hubungan yang lekat dengan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *